Bangkok Trip (part 1) Plus Tips & Trick Tiket Pesawat dan Transportasi Lainnya

Ini bukan kali pertama aku berkunjung ke Bangkok. Namun sesungguhnya kunjungan pertamaku ke Bangkok tahun 2018 lalu kurang persiapan dan kurang berkesan sampai aku ngga tahu mau share apa. If I can be completely honest with you, my first time to Bangkok was... unpleasant. Makanya kali ini aku memutuskan berlibur lagi ke Bangkok untuk memenuhi rasa penasaranku akan Bangkok yang belum sepenuhnya terpuaskan tahun lalu.

Bangkok trip
Loc: Wat Arun


P E S A W A T

Perjalananku kemarin menggunakan maskapai AirAsia, Maklum sedang on budget. Ada tiga pilihan ketika kamu memesan tiket pesawat menuju Bangkok. Transit di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Changi Singapore atau di Kuala Lumpur International Airport di Malaysia. Aku memilih transit di Malaysia saja. Dari Surabaya ke Bangkok menggunakan AirAsia sekitar Rp 2.100.000 per orang tanpa bagasi. Lagi-lagi untuk menghemat biaya perjalanan, aku dan temanku memilih menggunakan koper kabin dan tidak membeli kuota bagasi ketika berangkat. Tentu saja karena tidak mungkin pergi ke Bangkok tanpa belanja, kami membeli kuota bagasi untuk satu orang saja ketika pulang. Hanya 20 kg dan itu cukup. Here's the thing, untuk ukuran satu koper kabin yang terisi penuh, aku bisa jamin kalau beratnya kurang lebih sekitar 10kg. Kecuali diisi suvenir-suvenir berat macam keramik atau patung-patung gitu ya. Makanya kuota 20 kg itu cukup untuk dua koper kobin kami ketika pulang. Jadi lebih hemat karena tidak perlu membeli kuota bagasi untuk masing-masing orang kan! Kemarin, kuota bagasi 20kg yang kami beli sewaktu pulang, muat untuk dua koper kabin yang terisi penuh, plus satu tas travel kecil yang juga terisi penuh. 

Karena menggunakan AirAsia, kami mendarat di Don Mueang International Airport. Dibanding dari Suvarnabhumi Airporti, akses menuju kota dari Bandara Don Mueang menurutku lebih ribet. Tapi ya semua ada plus minusnya sih. Akses dari Suvarnabhumi ke kota bisa dengan mudah dijangkau menggunakan Airport Rail Link. Tapi ya itu berarti kamu mesti pilih maskapai lain selain AirAsia which is juga ada kemungkinan lebih mahal daripada low-farenya AirAsia. Dari Bandara Don Mueang ke kota bisa ditempuh menggunakan bus maupun Grab. Kemarin kami pakai Grab karena sudah terlalu lelah dan agak malas geret-geret koper kalau harus jalan jauh dari halte ke hotel kami. Hahah manja!


Oh iya jangan lupa beli provider baru biar bisa update instagram selama di sana! Apalah liburan tanpa update IG ye kan! Kios provider gampang ditemukan kok di Bandara Don Mueang. Tinggal turun eskalator setelah pemeriksaan imigrasi, terus cari aja kios yang rame orang antri hahah. Kemarin aku membeli provider baru khusus turis, harganya 179 Baht unlimited internet untuk 7 hari.

H O T E L

Liburanku kemarin hanya lima hari empat malam. Kami menginap di dua tempat yaitu Josh Hotel dan Pastel House. Josh Hotel karena hotel lucu ini sering berseliweran di Instagram dan sudah masuk wishlistku sejak tahun lalu, dan Pastel House karena ngga kuat beb kalo menginap empat malam di Josh Hotel haha kan biar hemat. Eh tapi Pastel House juga lucu dan sejujurnya aku lebih suka menginap di Pastel House ini karena akses ke jalan utama lebih dekat dan banyak orang jualan di sekitar hostel jadi lebih rame hehe.

Josh Hotel Bangkok
Josh Hotel Bangkok

Pastel House Bangkok
Pastel House

Untuk Josh Hotel nanti akan kutulis di artikel terpisah ya karena aku ingin menulis review total dan akan panjang banget kalau aku tulis di artikel kali ini. Trust me you're gonna want to read my Josh Hotel Review karena ada beberapa hal yang aku alami yang kurang sreg di aku.

Aku cukup ribet nih kalau milih hotel. Tapi sungguh, kalau kalian traveling bareng aku, keribetanku cuma sebatas hotel. Aku ngga begitu mempermasalahkan mau makan di mana atau harus jalan kaki panas-panas atau hujan-hujanan aku chill. Cuma untuk hotel memang aku pilih-pilih sih. Karena menurutku hotel itu kan tempat 'pulang' ya ketika liburan. Di mana seharian kita bakal capek explore tempat liburan kita. Jadi pasti maunya 'pulang' ke tempat yang nyaman dong. Jadi bisa mengumpulkan energi lagi untuk hari berikutnya. Makanya setiap mau pilih hotel. Aku PASTI baca-baca review dulu. Kebersihan menjadi faktor paling utama. Baru setelah itu akses ke alat transportasi publik, kemudian fasilitas-fasilitas lainnya. 

ps: Aku pernah punya pengalaman buruk booking hotel tanpa baca review. Hanya mengandalkan foto-foto dari hotel yang bagus, harga murah, dan ada kolam renangnya. Wah menyesal banget beb karena ternyata tempatnya horror dan bahkan ngga bersih. Sungguh sepreinya seperti ngga pernah diganti berbulan-bulan karena tidur di situ aku langsung gatal-gatal. Makanya agak trauma dan sekarang lebih teliti kalau mau pesan hotel.

T R A N S P O R T A S I

Demi liburan yang lebih hemat, jangan males melakukan research sebelum menggunakan transportasi publik ya. Selama di sana, aku dan temanku lebih sering menggunakan BTS Skytrain dan MRT ketimbang menggunakan Grab. Tapi perlu diketahui juga kalau tidak selamanya menggunakan BTS/MRT lebih murah daripada menggunakan Grab. Apalagi kalau kalian pergi bertiga atau lebih. Kemarin, dari hotel ke Chatuchak menghabiskan biaya 88 Baht per orang kalau menggunakan MRT. Sedangkan kalau pakai Grab hanya sekitar 120 Baht (tergantung traffic) which is kalo dibagi berdua sama temanku jadi 60 Baht perorang. Lebih murah sedikit sih. Tapi selisih 'sedikit' itu lumayan lho buat beli air mineral 15 Baht. Jadi kalau kalian ingin menghemat biaya, jangan males cek-cek dan banding-bandingin harga dulu ya.

By the way, aku ngga punya Rabbit Card yang biasa digunakan untuk naik transportasi umum di Bangkok. Jadi aku membeli tiket sesuai tujuanku di setiap stasiun keberangkatan. Bisa beli di loket atau mesin tiket. Untuk mesin tiket BTS Skytrain, hanya menerima uang logam ya. Tapi kalau kamu ngga sedia banyak uang receh, bisa tukar dulu di loket. Sebenarnya bisa beli tiket BTS Skytrainnya langsung dari loket, namun di beberapa stasiun, loket mereka hanya melayani penukaran uang dan tidak melayani pembelian tiket secara langsung.

token mrt
Token untuk naik MRT

Loc: Ratchatewi BTS Station
Bangkok itinerary
Aku dan boba my luv
Segini dulu ya tips & trick jalan-jalan di Bangkok berdasarkan pengalamanku. Masih banyak ceritaku lainnya termasuk makanan dan tempat-tempat yang aku kunjungi di Bangkok. Tapi biar ngga kepanjangan, akan kusambung di Bangkok Trip part 2

8 comments

  1. Love all the photos, jadi pengen ke Bangkok abis baca post ini :)
    Enggak sabar untuk baca part 2 nya ♥


    xx
    Amira
    www.theamiraword.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Wah, thailand sepertinya bersih ya mb.. Blm pernah sampai thailand..pengen kapan2 bisa ke sana...

    ReplyDelete
  3. thanks for sharing.. cant wait tahun depan mau ke Bangkok juga, rencana langsung lanjut Pattaya :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  4. I love the photos and Bangkok looks so interesting for a travel destination.
    Can't wait for part 2!

    www.fashionradi.com

    ReplyDelete
  5. Hello! Thanks for the inmormation! Lovely post dear!

    ReplyDelete
  6. Jadi pengen ke Bangkok, nikmati wisatanya secara langsung.

    ReplyDelete
  7. Duh jadi pengen banget ke Bangkok, btw aku nungguin review Josh Hotelnya, penasaran gmn reviewnya tempatnya

    ReplyDelete
  8. Kapan yah bisa ke sini hua

    Jangankan ke Thai, ke luar provinsi juga belum pernah huhu
    Eh pernah sih, ke JKt pas jaman-jaman kuliah kwkwkw

    ReplyDelete

Thank you for visiting my blog :)